Loading Website
Showing posts with label asian games. Show all posts

Indonesia Dipastikan Masuk 5 Besar Perolehan Medali

Indonesia Dipastikan Masuk 5 Besar Perolehan Medali
Indonesia Dipastikan Masuk 5 Besar Perolehan Medali. Indonesia pasti finis di posisi lima besar klasemen perolehan medali Asian Games 2018.
Hal itu berdasar data perolehan medali sepanjang sejarah Asian Games 2018.

Kontingen Indonesia telah mengumpulkan 24 medali emas, 19 perak, dan 29 perunggu dan berada di peringkat keempat klasemen perolehan medali Asian Games 2018.

Jika melihat perolehan medali sepanjang sejarah Asian Games, jumlah 24 emas itu menjadi modal utama sebuah negara untuk finis di posisi 5 besar.

Jumlah medali emas terbanyak dari sebuah negara yang finis di posisi kelima adalah 24 buah.
Hal itu terjadi pada Bangkok 1998.

Ketika itu, Kazakstan berada di posisi kelima dengan 24 medali emas dan hanya kalah jumlah medali perak dari tuan rumah, Thailand, yang finis di posisi keempat.

Indonesia menambah dua medali emas pada penyelenggaraan hari ke-10 Asian Games 2018. Dua medali emas itu dipersembahkan dari cabang bulu tangkis melalui Jonatan Christie (tunggal putra) dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (ganda putra).

Indonesia Berpeluang Tambah 6 Medali Emas Asian Games 2018

Indonesia Berpeluang Tambah 6 Medali Emas Asian Games 2018
Indonesia Berpeluang Tambah 6 Medali Emas Asian Games 2018. Atlet pencak silat Indonesia berhasil menyapu bersih medali emas yang diperebutkan pada hari itu.

Atlet pencak silat Indonesia berhasil merebut delapan medali emas dari delapan nomor yang dipertandingkan kemarin.

Artinya, sepertiga dari 24 medali emas Indonesia yang sejauh ini didapat Indonesia pada Asian Games 2018 berasal dari seni bela diri asli Tanah Air itu.

Pencak silat masih memiliki peluang untuk kembali menyumbangkan medali emas pada hari kesebelas.

Adapun pada pertandingan besok ada delapan nomor yang dipertandingkan dari cabor pencak silat.

Namun dari delapan nomor, atlet pencak silat Indonesia hanya akan turun pada enam nomor.

Tunggal Putra
  • Sugianto
Ganda Putri
  • Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti
Regu Putri
  • Indonesia
60kg-65kg Putri
  • Pipiet Kamelia (INA) vs Thi Cam Nhi Nguyen (VIE)
55-60kg Putra
  • Hanifan Yudani Kusumah (INA) vs Thai Linh Nguyen (VIE)
50-55kg Putri
  • Wewey Wita (INA) vs Thi Them Tran (VIE)

Pesilat Peraih Emas Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo

Pesilat Peraih Emas Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
Pesilat Peraih Emas Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo. Indonesia hari ini kebanjiran medali emas di Asian Games 2018 dari cabor pencak silat. Di tengah-tengah ‘hujan’ emas ini, ucapan terima kasih disampaikan untuk Prabowo Subianto.

Ucapan terima kasih itu datang dari Yola Primadona Jampil yang meraih medali emas dari nomor seni ganda putra bersama Hendy. Keduanya memperoleh skor tertinggi 580.

Usai meraih medali, Yola mengucapkan terima kasih untuk Prabowo Subianto. Menurutnya, Prabowo tak pernah lelah memberi dukungan.

“Saya juga ucapkan terima kasih untuk PB IPSI dan Ketua Umum, Prabowo. Selama empat tahun ini mereka tiada henti mendukung kami,” ucap Yola di Padepokan Pencak Silat, TMII.

Prabowo, yang merupakan calon presiden 2019, adalah Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ketum Gerindra ini juga adalah Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat).

Cabor pencak silat menyumbang 8 emas untuk Indonesia alias sapu bersih. Prestasi ini membuat Prabowo senang.

“Kalau ini dia (Prabowo) pasti ikut senang karena target minimalnya tercapai,” kata Waketum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut Dasco, Prabowo telah menitipkan semangat perjuangan ke atlet pencak silat melalui kader Gerindra lainnya, yaitu Waketum Edhy Prabowo. Edhy merupakan Ketua Harian IPSI.

Prabowo tidak menyaksikan para atlet pencak silat memborong emas. Dia baru saja pulang dari luar negeri.

“Hari ini nggak karena beliau baru pulang semalam, masih capek. Ada urusan. Pak Prabowo kan bukan cuma politisi, dia ada urusan pengusaha. Baru mendarat semalam masih capek,” jawab Dasco yang juga membenarkan Prabowo baru saja pulang dari luar negeri.

SAH Apresiasi Pembinaan IPSI dibawah Komando Prabowo Subianto, Pencak Silat Sapu Bersih 8 Medali Emas

SAH Apresiasi Pembinaan IPSI dibawah Komando Prabowo Subianto, Pencak Silat Sapu Bersih 8 Medali Emas
SAH Apresiasi Pembinaan IPSI dibawah Komando Prabowo Subianto, Pencak Silat Sapu Bersih 8 Medali Emas. Keberhasilan kontingen pencak silat Indonesia menyapu bersih delapan medali emas Asian Games 2018 dinilai sebagai hasil pembinaan yang baik yang dilakukan pengurus besar Ikatan Pencak Silat Indonesia atau PB IPSI.

Hal ini disampaikan pimpinan komisi DPR RI yang membidangi olahraga Sutan Adil Hendra (SAH) yang menurutnya bahwa kepemimpinan bapak Prabowo Subianto sebagai Ketua PB IPSI telah berhasil meletakan dasar – dasar pembinaan atlet pencak silat untuk lebih berprestasi.

” Saya pikir delapan medali emas Asian games yang kita raih hari buah dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang yang dilakukan PB IPSI dibawah pimpinan bapak Prabowo Subianto selaku ketua umum dan bapak Edhy Prabowo sebagai ketua harian.

Karena menurutnya totalitas bapak Prabowo dalam memimpin organisasi pencak silat ini terlihat dari keikhlasan beliau mengeluarkan waktu, pikiran, tenaga maupun biaya untuk membawa pencak silat ke pentas dunia.

” Dalam pembinaan atlet silat ini bapak Prabowo pernah mengeluarkan dana tak kurang 14 milyar hanya untuk latihan dan perlombaan di manca negara, sehingga hasilnya bisa kita lihat di Asian Games 2018 Jakarta sekarang, jelasnya. ”

Keyakinan bahwa pencak silat akan menjadi  lumbung mendali Asian Games telah lama di prediksi oleh pria yang akrab di sapa SAH tersebut. Dalam kapasitasnya sebagai pimpinan komisi X DPR RI, SAH termasuk sosok yang mendukung dari awal agar cabang olahraga pencak silat di pertandingkan di Asian Games 2018, pada waktu itu alhamdulilah dengan status tuan rumah kita punya suara dalam menentukan cabor mana yang akan dipertandingkan, ungkapnya.

Keyakinan ini sekarang terbukti, cabang pencak silat mampu membawa Indonesia ke puncak prestasi bangsa Indonesia di bidang olahraga, dan ini tentu tercatat dalam tinta emas bangsa Indonesia, tutup Ketua DPD Gerindra Jambi ini.

Nasionalisme Prabowo Subianto Dan Pencak Silat

Nasionalisme Prabowo Subianto Dan Pencak Silat
Nasionalisme Prabowo Subianto Dan Pencak Silat. Para Pesilat telah membawa pulang mendali emas di ajang Asian Games 2018.

Sejarah dan Rekor Dunia mungkin tercipta dalam Asian Games 2018, khusus pada cabang olah raga Pencak Silat, dimana dalam sehari Tim Indonesia berhasil menyapu bersih seluruh medali Emas pada 8 laga Final dan menjadi cabang penyumbang emas terbanyak bagi kontingen Indonesia.

Sebagai Cabang Olah Raga yang baru pertama kalinya diperlombakan dalan ajang terbesar se asia ini, tentu saja capaian ini diluar ekspektasi dari pengurus apalagi oleh panitia dan pemerintah.

SPEKTAKULER ya itu mungkin ungkapan yang bisa kita ucapkan kepada para Atlit yang telah mengharumkan nama bangsa dan rakyat Indonesia. Dibalik kesuksesan seorang atlit selalu ada pribadi yang berjasa memberikan dukungan baik teknis, maupun non teknis.

Prabowo Subianto adalah sosok yang dianggap sangat berjaza didalam mengembangkan dan memajukan olah raga seni bela diri Pencak Silat di kancah dunia mengapa demikian? Dari beberapa guru dan para pendekar pelatih pencak silat sepuh, saya peroleh kisah dan latar belakang mengapa olah raga ini menjadi sangat di gemari oleh pak Prabowo Subianto.

Semasa aktif dalam kedinasan di militer khususnya di Kopassus, bela diri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari setiap personil anggota kopassus,  mulai dari kungfu, taekwondo, karate, Ju jiet tzu, young moodo dan lain sebagainya. Nah pada setiap ujian kenaikan tingkat (sabuk) para atlit personil kopassus harus berangkat mengikuti ujian tersebut ke negara asal dari lahirnya bela diri tersebut misalkan taekwondo maka mereka harus mengikuti ujiannya di Korea. Dalam rangkaian ujiannya ada semacam tradisi dan upacara dengan melakukan sesajen dan membaca kalimat-kalimat tertentu kepada roh-roh yang tentu berbeda dengan budaya dan kepercayaan sebagai orang indonesia.

Pak Prabowo kemudian berpikir mengapa kita harus mempelajari ilmu beladiri dan budaya bangsa lain? Sementara bangsa sendiri juga punya ilmu beladiri yang telah diwariskan turun temurun bahkan sejak jaman kerajaan duhulu. Namun budaya beladiri pencak silat sangat beragam dan masing-masing perguruan menampilkan ciri khas tersendiri, belum ada standar baku yang dimuat dalam buku pedoman aturan dan lain-lain, sehingga beliau mengumpulkan beberapa guru silat dan berdiskusi lalu meminta saran dan masukan sehingga terbentuklah Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) sebagai wadah persatuan didalam mengembangkan dan memperkenalkan olah raga beladiri PENCAK SILAT sebagai warisan asli budaya Indonesia.

Kehadiran IPSI masih kalah tenar dengan induk olah raga lain yang sudah mendunia semisal PBSI, PERBAKIN, PSSI dan lain-lain, belum banyak rakyat indonesia yang mengetahui akan keberadaannya apalagi dunia, maka langkah besar dan berani dilakukan oleh Pak Prabowo dengan menggelar kejuaraan pencak silat yang berlevel daerah bahkan nasional untuk mempopulerkan pencak silat.

Puncak dari mengkampanyekan ilmu beladiri Pencak Silat dimata dunia dimulai ketika pada tahun 2016 Pak Prabowo menyelenggarakan Kejuaraan Dunia Pencak Silat yang dilaksanakan di prov Bali, dengan mengundang puluhan negara sebagai peserta dari asia, eropa bahkan amerika serikat. Pada ajang ini Indonesia keluar sebagai Juara Umum

Peristiwa yang luar biasa terjadi pada Malam sebelum penutupan turnamen ini yaitu pak Prabowo mengundang seluruh delegasi dari negara peserta kejuaraan ini melaksanakan makan malam dan memberikan bantuan tunai cash sebesar 14 Miliyard rupiah (Uang Pribadi) kepada Seluruh Perguruan Pencak Silat dari negara asing sebagai dana pembinaan bagi atlit pencak silat dinegara mereka masing-masing.

Pesan dari sumbangan ini yaitu agar mereka bisa berlatih dan membangun perguruan mereka.
Kejuaraan ini sendiri terselenggara dengan menelan biaya yang sangat besar juga berasal dari kantong Pak Prabowo Subianto. Investasi yang besar ini dengan harapan agar cabang olah raga  Pencak Silat dapat dipertandingkan pada iven Internasional semisal Olimpade dan Asean Games dengan tujuan utamanya yaitu Pencak Silat sebagai budaya asli Indonesia bisa mendunia, jika budaya bangsa lain bisa bisa mendunia mengapa Pencak Silat tidak?

Pada saat pak Prabowo memimpin Pasukan di TNI olah raga beladiri Pencak Silat menjadi menu VIP yang diajarkan kepada pasukannya disamping ilmu beladiri yang lain.

Hari ini Bangsa Indonesia sedang melaksanakan Pesta Olah terbesar di Asia dan cabang olah raga pencak silat sebagai sebuah cabang olah raga yang pertama kali di lombakan dalam gelaran ASEAN GAMES. Target dan harapam pak Prabowo untuk memperkenalkan ilmu beladiri yang berasal dari budaya asli telah terwujud dan dipastikan juara umum dari cabang ini. Misi selanjutnya adalah Pencak Silat dapat diperlombakan juga di Olimpiade 2020 di jepang, Jika terealisasi maka sangat layak jika Pak Prabowo memperoleh penghargaan sebagai tokoh yang mempopulerkan budaya asli indonesia hingga mendunia.

Rakyat sedang bereforia dengan prestasi gemilang dari atlit pencak silat saat ini, tidak lupa saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Prabowo Subianto atas dedikasi dan nasionalismemu yang tanpa pamrih telah membantu negara dan rakyatmu secara iklas tanpa pencitraan dengan pengorbanan yang luar biasa. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa memberkati bapak dalam setiap perjuanganmu untuk merebut kembali Indonesia Raya. Belum menjadi Presiden saja sudah berjibun prestasi dan mendunia apalagi jika rakyat memberikan amanah dan bapak memimpin bangsa ini?
Rakyat bersama  anda pak Prabowo bapak tidak berjuang sendiri karena bangsa dan rakyat membutuhkan Pak Prabowo, bukan stuntman.

Pesilat indonesia tetap terus semangat dan raih cita-cita mu!!